Posted on


LINDAVIDALA.COM –  JAKARTA. Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan, pihaknya berupaya melakukan pendistribusian vaksin Covid-19 dari AstraZeneca segera.

Rencananya vaksin yang dikembangkan oleh Oxford University bersama AstraZeneca akan mulai didistribusikan dua hingga tiga minggu ke depan.

“Segera kita distribusikan dalam dua sampai tiga minggu ke depan. Daerah mananya masih akan dimatangkan rencananya,” kata Nadia saat dihubungi LINDAVIDALA.COM pada Selasa (9/3).

Adapun soal rantai dingin distribusi vaksin AstraZeneca, Nadia mengungkapkan sama seperti yang dilakukan pada vaksin dari Sinovac. Dimana vaksin harus dijaga dalam suhu 2 sampai 8 derajat celcius.

Baca Juga: Kemenkes: Vaksin COVID-19 efektif terhadap mutasi virus COVID-19

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan emergency use authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Kepala BPOM, Penny K Lukito menuturkan berdasarkan proses evaluasi dan kajian dilakukan bersama dengan tim ahli baik Komnas Penilai Obat, ITAGI, dan berbagai sektor klinis lainnya, EUA diberikan pada 22 Februari 2021 dengan nomor EUA 21518100143a1.

Vaksin AstraZeneca yang diperoleh Indonesia melalui mekanisme COVAX Facility diproduksi oleh SK Bioscience Co. Ltd., Korea, dan telah masuk dalam daftar yang disetujui oleh WHO Emergency Use Listing.

Sementara vaksin AstraZeneca yang didaftarkan melalui jalur bilateral adalah produksi AstraZeneca Eropa dan Siam Bio Science Thailand, karena fasilitas produksinya berbeda maka Badan POM harus melakukan evaluasi kembali untuk memastikan bahwa khasiat, keamanan, dan mutunya sesuai.

“Badan POM telah melakukan proses evaluasi untuk keamanan, khasiat, dan mutu dari vaksin AstraZeneca tersebut. Proses evaluasi dilakukan bersama-sama dengan Tim Ahli yang tergabung dalam Komite Nasional Penilai Obat, ITAGI (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization), dan Klinisi terkait lainnya,” jelas Penny.

Adapun terkait, efikasi vaksin dengan 2 dosis standar yang dihitung sejak 15 hari pemberian dosis kedua hingga pemantauan sekitar 2 bulan menunjukkan efikasi sebesar 62,10%.

 



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *