Posted on


ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia.

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Herlina Kartika Dewi

LINDAVIDALA.COM – JAKARTA. Indeks perdagangan, jasa dan investasi mencetak kenaikan 11,7% sejak awal tahun hingga Jumat (5/3). Kinerja tersebut tepat di bawah sektor finansial yang menjadi jawara dengan kenaikan 12,3%. 

Adapun saham emiten penghuni indeks perdagangan, jasa dan investasi yang mendorong kenaikan tersebut antara lain PT Global Teleshop Tbk (GLOB) yang meningkat 16,49% ytd, PT Kioson Komersial Indonesia Tbk (KIOS) 114,81%, PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) 358,02% ytd, PT Mahaka Radio Integra Tbk (MARI) 47,1%, dan PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) 342,86%.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan sentimen yang menggerakkan saham-saham tersebut cenderung variatif, bahkan beberapa saham bergerak tanpa adanya sentimen sama sekali seperti GLOB, PT Star Pacific (LPLI) yang menguat 120,83%, dan PT Akbar Indo Makmur (AIMS) 66,67%. Baik saham LPLI maupun AIMS juga termasuk sebagai jawara yang menggerakkan indeks perdagangan, jasa dan investasi. 

“Saham yang biasanya tidak ada pergerakan, kemudian menguat signifikan tidak layak untuk disimpan jangka panjang. Namun selama volume perdagangan masih tinggi boleh saja untuk sekadar trading harian,” jelas William, Jumat (5/3). 

Baca Juga: IHSG melemah 0,51% ke 6.258 di perdagangan Jumat (5/3), asing catat net sell

Dus, William menyarankan pelaku pasar yang akan trading di saham-saham tersebut untuk memperhatikan sinyal keluar yaitu saat volume mulai menipis. Dia mengestimasikan saham-saham tersebut masih akan mengalami penguatan paling lama hingga akhir Maret 2021 dengan hanya memanfaatkan momen window dressing. 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat saham-saham tersebut memang memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dengan volume transaksi yang relatif mini. 

“Ada baiknya memilih emiten-emiten yang cenderung prudent, pun misalkan sudah masuk ke dalam emiten yang disebutkan ini bisa dilakukan trading jangka pendek saja,” jelas dia. 

Dia menjelaskan saham-saham ini masih memiliki peluang kenaikan untuk menguji resitance terdekatnya. Namun, untuk ke depan, pelaku pasar diharapkan melihat dari sisi volume dan tetap menjaga level support dan resistancenya karena saham-saham tersebut masuk dalam kategori berisiko tinggi. 

Selain beberapa saham yang disebutkan di atas, terdapat juga saham penggerak indeks perdagangan jasa dan investasi yaitu PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) 186,79%, PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) 75,81% dan PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) yang dalam enam bulan terakhir menguat 739,81%. 

 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di LINDAVIDALA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *