Posted on


ILUSTRASI. Wall Street

Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

LINDAVIDALA.COM – NEW YORK. Wall Street berhasil ditutup naik tajam setelah sesi volatile pada perdagangan Jumat (5/3). Reli imbal hasil obligasi mereda dan laporan data pekerjaan yang lebih kuat dari perkiraan mendorong optimisme untuk pemulihan ekonomi yang lebih cepat.

Melansir Reuters, Dow Jones Industrial Average naik 572,16 poin atau 1,85% menjadi berakhir pada 31.496,3 poin dan S&P 500 naik 1,95% menjadi 3.841,94. Sementara, Nasdaq Composite naik 1,55% menjadi 12.920,15.

Ketiga indeks utama Wall Street bangkit kembali dari penurunan pada hari sebelumnya. Meski pada sesi terakhir, investor dihantui oleh kenaikan suku bunga yang mengimbangi optimisme tentang rebound ekonomi.

Baca Juga: Wall Street: Data pekerjaan solid, S&P 500 naik setelah penurunan 3 hari beruntun

Saham Microsoft reli 2,15%, dengan keuntungan di Alphabet, Apple dan Oracle juga mengangkat indeks.

Rata-rata utama memantul dari posisi terendahnya karena imbal hasil obligasi mundur dari level tertinggi. Imbal hasil US Treasury 10-tahun turun kembali ke 1,55% setelah melonjak di atas 1,6% menyentuh level tertinggi 2021 menyusul data yang menunjukkan lonjakan dalam pertumbuhan pekerjaan.

“Imbal hasil bergerak turun dari pergerakan sebelumnya dan itu membantu menopang kenaikan pasar yang lebih tinggi,” kata Quincy Krosby, kepala analis pasar Prudential Financial dilansir dari CNBC.

“Karena saham teknologi bergerak ke wilayah koreksi, aksi jual teknologi telah mencapai level oversold dan dijadwalkan bagi investor dan pedagang untuk mulai membeli.”

Pasar juga fokus juga pada usulan bantuan virus corona senilai US$ 1,9 triliun ketika Senat AS memulai perdebatan panjang mengenai sejumlah amandemen tentang bagaimana uang itu akan dibelanjakan.

Jake Dollarhide, kepala eksekutif Longbow Asset Management di Tulsa, Oklahoma, mengatakan perusahaannya dalam beberapa hari terakhir telah membeli saham di beberapa perusahaan yang sedang berkembang yang harganya telah terpukul dalam aksi jual baru-baru ini.

Baca Juga: IHSG turun di awal perdagangan Jumat (5/3)

“Minggu depan, saya memperkirakan volatilitas akan berlanjut, dengan banyak peluang, dengan hal-hal tertentu yang dijual berpotensi rebound,” kata Dollarhide.

Dalam sesi sibuk, volume di bursa AS adalah 17,4 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 15,3 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Untuk pekan ini, S&P 500 naik 0,8%, Dow bertambah 1,8% dan Nasdaq kehilangan 2,1%.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di LINDAVIDALA Store.





Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *