Posted on


ILUSTRASI. Harga minyak. REUTERS/Angus Mordant/File Photo

Sumber: Arab News | Editor: Handoyo .

LINDAVIDALA.COM – DUBAI. OPEC +, aliansi produsen minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia, setuju untuk mempertahankan sebagian besar pembatasan produksi. Setelah pertemuan virtual para menteri energi yang diselenggarakan dari markas besar Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Wina, hanya Rusia dan Kazakhstan yang diizinkan untuk meningkatkan tingkat produksi pada bulan April.

Arab Saudi selama satu bulan lagi penurunan besar 1 juta barel yang telah menjaga keseimbangan pasar sejak awal tahun.

Menteri Energi Saudi Pangeran Abdul Aziz bin Salman mengatakan kepada para menteri: “Tindakan yang tepat sekarang adalah menjaga bubuk kami tetap kering, dan memiliki cadangan untuk memastikan hasil yang tidak terduga.”

Pangeran mendesak kelanjutan kebijakan Kerajaan yang “berhati-hati dan waspada” terhadap pasokan minyak.

Merefleksikan kekhawatiran yang terus berlanjut tentang pemulihan ekonomi pasca pandemi, Pangeran Abdul Aziz berkata: “Sebelum kita mengambil langkah selanjutnya, mari kita pastikan bahwa cahaya yang kita lihat di depan bukanlah lampu depan kereta ekspres yang akan datang.”

Pangeran berkata: “Tidak ada keraguan bahwa pasar minyak global telah membaik sejak terakhir kali kita bertemu pada bulan Januari,” mengutip tingkat kepatuhan yang tinggi sebesar 103 persen terhadap pemotongan yang disepakati tahun lalu pada puncak krisis minyak.

Baca Juga: Harga minyak mencapai level tertinggi dalam 14 bulan terakhir

Namun pemulihan permintaan minyak belum selesai.

“Saya sudah lama mengatakan bahwa pemulihan permintaan minyak global terkait erat dengan penerimaan vaksin dan kecepatan peluncuran vaksin ini di seluruh dunia,” kata Pangeran Abdul Aziz. 

Sebagian besar negara OPEC + mendukung sikap hati-hati Kerajaan, tetapi Rusia dan Kazakhstan diizinkan untuk memproduksi 120.000 dan 20.000 barel ekstra per hari untuk bulan depan karena kebutuhan domestik akan bahan bakar selama musim dingin.

OPEC + mencatat bahwa sejak pertemuan bersejarah April lalu yang membalikkan jatuhnya permintaan minyak, sekitar 2,3 miliar barel minyak telah ditarik dari pasar global.

Para menteri OPEC + mengatakan bahwa meski prospek ekonomi dan permintaan minyak akan tetap tidak pasti dalam beberapa bulan mendatang, peluncuran vaksin di seluruh dunia akan menjadi faktor positif untuk sisa tahun ini, meningkatkan ekonomi global dan permintaan minyak.

Minyak mentah Brent, patokan global, melonjak kembali di atas US$ 65 per barel karena kekhawatiran para pedagang tentang banjir minyak yang melanda pasar pada 1 April terbukti tidak berdasar.

 






Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *